02 Desember 2012

Penerapan Model Bentuk Garis Leher Busana


Dari Artikel Sebelumnya, barikut ini adalah Penerapan Model Bentuk Garis Leher Busana

A. Penerapan Model Bentuk Garis Leher Busana
Sebelum pada penerapannya dalam teori busana ada sepuluh bentuk dasar garis leher busana, yaitu bentuk garis leher bulat, bentuk U, bentuk segi empat, bentuk garis leher V, bentuk hati, bentuk tapal kuda, bentuk mendatar (sabrina), bentuk garis leher tegak, bentuk garis leher miring, dan bentuk garis leher dengan pita (tali).

Bentuk-bentuk model garis leher pada busana ini dapat dipakai sebagai alat tipuan mata dalam arti untuk tetap kelihatan serasi walaupun badan seseorang kurang ideal seperti:
  1. Tipuan mata pada leher pendek : pilihlah garis leher bentuk U, tapal kuda, bentuk hati, bentuk V.
  2. Tipuan mata untuk buah dada besar leher pendek : pilih garis leher bentuk V.
  3. Tipuan mata untuk bahu bidang : hindari bentuk leher persegi, pililah garis leher bentuk V.
B. Penerapan Model Kerah
Model kerah pada dasarnya terdiri dari kerah datar atau rebah, kerah
tegak, kerah chiang Ie (kerah Cina), kerah shiler, kerah kemeja, kerah setali,
kerah cape, kerah tailor (kerah jas) dan kerah valerin (bertha).



Agar busana yang berkerah ini serasi dipakai oleh seseorang maka :
1) Tipuan mata untuk leher jenjang/panjang : pilih kerah tegak.
2) Tipuan mata untuk leher pendek : pilihlah garis leher bentuk V dan ujung kerah runcing.

C. Penerapan Model Lengan
Berbagai model lengan perlu diketahui terlebih dahulu sebagai dasar teori untuk menerapkan model lengan, yaitu : (a) licin, (b) gelembung (puff), (c) lonceng, (d) raglan, (e) peasant, (f) setali, (g) cape, (h) kimono, (i) tulip, (j) kemeja, (k) bishop, (l) sayap, dan (m) balon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar